Terima kasih telah mengunjungi blog kami. Ini adalah blog komunitas pendidikan di Banda Naira, bergabunglah bersama kami, untuk kemajuan bersama--bandaeducation--bandaeducation--bandaeducation--Thank's for visit our blog. This is the community blog for education in Banda Naira....come n enjoy with us...for our bright future...

Senin, 01 Juni 2009

MEMBANGUN SEGITIGA EMAS: AMBON-BANDA-LUCIPARA (Banda Update Bag.2)

Report By: MF
Dalam sambutannya pada kunjungan informal di Kampus Hatta-Sjahrir pertengahan Mei lalu, Gubernur Maluku, Karel A. Ralahallu menuturkan;"Pembangunan Maluku sesungguhnya tidak pernah melupakan Banda Naira. Terlebih lagi pada saat ini, saya bersama wakil Gubernur (Bapak Ir. Said Assegaff) yang berasal dari Banda Naira, tidak mungkin melupakan Banda." demikian ungkap Gubernur seakan menjawab sindiran Des Alwi di awal acara.

Ia melanjutkan, Bersama DPRD, kita (Gubernur dan Wakil, red) menetapkan 4 visi Maluku kedepan:1. Membangun Maluku yg rukun2. Membangun Maluku yg religius3. Membangun Maluku yg berkualitas4. Membangun Maluku yg sejahtera. Dari keempat visi itu dijabarkan kedalam 9 misi, dengan 3 prioritas, yg salah satunya adalah membangun kualitas masyarakat maluku untuk masa depan.

Mulai pada tahun 2009 ini, Pemda akan memberlakukan wajib belajar 12 thn.Dengan demikian seluruh anak-anak maluku nanti, tidak akan terlantar atau putus sekolah lagi akibat kurang mampu. Dengan program ini, seluruh anak2 maluku dapat terdidik secara baik dan berkelanjutan. Hal ini memberikan input yang sangat berarti bagi eksistensi Sekolah Tinggi Hatta-Sjahrir kedepan.

Disamping itu, perguruan tinggi Hatta-Sjahrir harus mampu bekerja maksimal dalammengelola kekayaan alam banda ini. Memberikan pengertian secara kontinyu kepada peserta didik tentang potensi alam yang luar biasa ini. Hal itu dilakukan agar sumberdaya alam kita tidak terus menerus diklaim orang lain.

Bapak Gubernur sempat bercerita, "beberapa waktu lalu saya ke jepang untuk mengunjungi pasar ikan disana. Betapa kagetnya saya melihat seekor ikan tuna yg beratnya hampir 250 kg yang tengah dilelang secara terbuka. Setelah saya tanya, ternyata ikan itu berasal dari Banda Naira. Ironisnya, ikan itu diklaim milik Jepang bukan dari asal sebenarnya. Ini suatu kekayaan Banda yg sangat besar, kita harus memanfaatkannya, jangan orang lain."

Terkait pengembangan kampus Hatta-Sjahrir kedepan, Bapak Gubernur menyampaikan, Pemda Maluku dengan segala keterbatasan anggaran, akan membantu semua program-program pendidikan bagi persiapan menuju pembangunan Universitas ini.

"Saya telah bertemu pendidikan nasional untuk membahas program peningkatan kualitas dosen-dosen dimasa depan. Dan kami telah menyepakati untuk membuat program-program bantuan bagi para dosen yg ingin melanjutkan ke jenjang s-2 dan s-3 kedepan."

Oleh sebab itu, lanjut Gubernur, bagi para dosen yang akan melanjutkan S-2 dan S-3 harus dapat memanfaatkan hal ini dengan baik, begitu juga para mahasiswa yang mendapatkan predikat terbaik, "Silahkan... Pemda dgn dukungan kita akan mempersiapkan anggaran ini bagi seluruh proses-proses pembangunan Universitas Hatta-Sjahrir kedepan..." "...Saya berharap pihak sivitas akademika Hatta-Sjahrir dapat terus berkoordinasi dengan Pemda untuk bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya...."

Dalam rangka membangun Banda kedepan, sebagaimana yang telah disinggung Gubernur di awal sambutannya, bahwa Maluku tidak akan melupakan Banda dalam pembangunannya.
"...Bersama DPRD dan seluruh jajaran Pemerintah Daerah, kita tengah berupaya mewujudkan konsep "segita emas" yang meliputi; Ambon, Banda, dan Lucipara..."

Banda bukan saja akan "dihidupkan" kembali seperti sebelum kerusuhan yang lalu, melainkan menjadi titik sentral dari pembangunan ketiga wilayah itu."Untuk itu, saya menghimbau kepada pengelola-pengelola hotel dan homestay untuk segera dibenahi kembali. Kita hendak membangun banda kembali sebagai salah satutujuan wisata Maluku, yang tentunya tidak hanya memberikan devisa bagi daerah, melainkan juga bagi negara kedepan."

Pada sambutan yang terakhir, Ketua STP & STKIP mempersilahkan Ketua DPRD, Bapak Richard Louhanapessi yang langsung memberikan respon positif di awal sambutannya sbb;
"Ibu-Bapak sekalian sivitas akademika. Jarang memang kunjungan seperti ini dihadiri seorang Gubernur dan Ketua DPRD. Tapi kalau mereka berdua hadir, lalu ada pernyataan-pernyataan dari gubernur untuk memberikan perhatian kedepan, maka selaku pengambil kebijakan anggaran di tingkat propinsi, saya memiliki tanggungjawab moral secara politis untuk memberikan apresiasi terhadap pernyataan bapak Gubernur tersebut."

Seakan merasa kurang, Ketua DPRD menegaskan kembali;
"..Jika Bapak Gubernur telah menyampaikan kebijakan2 prinsip, lalu kemudian direstui oleh Dewan, maka segala kebijakan yg bersifat publik sudah pasti akan dilaksanakan..."

seraya disambut tepuk-tangan meriah dari para sivitas akademika Hatta-Sjahrir, yang memadati ruang Aula Kampus saat itu.

Hadir pula pada acara tersebut, Bapak Ir. Arnolis, selaku anggota komisi C DPRD Maluku yang bertanggungjawab merancang anggaran-anggaran untuk kebijakan-kebijakan di daerah Maluku.

Menurut Richard, untuk mempercepat pembangunan daerah Banda, maka infrastruktur daerah perlu dilakukan pembenahan, khususnya sarana transportasi seperti lapangan terbang dan lain-lain. "...Kami telah meninjau Lapangan Terbang Banda, dalam rangka mempercepat pembangunan daerah. Karenanya, infrastruktur daerah khususnya Lapangan Terbang harus diperlebar untuk mempermudah seluruh jalur penerbangan sebagai persayaratanminimal, sesuai perundangan yg berlaku." Demikian pernyataan Ketua DPRD Maluku, diakhir acara.

0 komentar: