Kampus Hatta-Sjahrir kembali kedatangan tamu terhormat. Pada pertengahan Mei 2009 lalu, Gubernur Maluku, Bapak Karel A. Ralahallu bersama Ketua DPRD Maluku, Bapak Richard Louhanapessi, Bapak Ir. Arnolis (Angg Komisi C), Ketua Danlantamal, beserta rombongan menjadi tamu kehormatan Kampus Hatta-Sjahrir, Banda Naira. Berikut laporan Kontributor Banda Education.
Kunjungan yang bersifat informal ini sungguh tidak diduga pihak Kampus Hatta-Sjahrir. Demikian menurut Pembantu Ketua 1, Ir. Safruddin Abukena, M.Si. Namun dengan segala keterbatasanya, acara ini tetap berlangsung khidmat.
Di awal sambutannya, Ketua STP dan STKIP Hatta-Sjahrir, Bapak Prof.Dr. Hamadi B. Husain menyampaikan rasa hormatnya yang mendalam atas kehadiran para tamu terhormat. "Adalah suatu kehormatan yang besar bagi kampus, atas kunjungan Bapak Gubernur bersama Bapak Ketua DPRD Maluku di Kampus kami," demikian penuturannya pada awal sambutan.
Dalam sambutan itu pula, Prof. Hamadi memaparkan laporan singkat mengenai perkembangan Kampus sejak berdiri hingga saat ini. Sekolah Tinggi Perikanan (STP) yang berdiri sejak 2001, dengan 2 ProgramStudi nya, yakni Prodi. Manajemen Sumberdaya Perairan dan Budidaya Perairan, kini telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). "Semoga hal ini akan menambah bobot kualitas perguruan tinggi yangkita cintai ini." demikian harapan Prof. Hamadi. STP Hatta-Sjahrir sendiri telah menyelenggarakan wisuda sarjana sebanyak 2 kali, dan telah menghasilkan lulusan sebanyak hampir 100 orang sarjana, yang umumnya telah terserap di dunia kerja, seperti; guru, instansi pemerintah, dan suwasta."InsyaAllah pada oktober nanti akan diselenggarakan wisuda yang ketiga." Demikian Prof. Hamadi, yang asli dari Pulau Rhun itu.
Upaya pengembangan kampus Hatta-Sjahrir terus dilakukan demi mencapai tujuan utama yaitu merubah status sekolah tinggi Hatta-Sjahrir menjadi UNIVERSITAS HATTA-SJAHRIR. Untuk itu upaya mencapai tujuan tersebut meliputi hal-hal bersifat fisik maupun non-fisik. Hal-hal bersifat non-fisik berupa penambahan jumlah Sekolah Tinggi baru mutlak diperlukan, mengingat prasyarat utama pendirian sebuah universitas harus memiliki sekurang-kurangnya3 Fakultas (2 Eksakta, dan 1 Sosial).
Oleh karena itu, menurut laporan Ketua STP & STKIP, pada 6 Maret 2009 lalu, Menteri Pendidikan Nasional telah menandatangani surat izin pendirian Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hatta-Sjahrir, dengan 3 program studinya, yaitu Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI), Pendidikan Matematika (PM), dan Pendidikan Sejarah (PS).
Prof. Hamadi juga menyampaikan bahwa, "...atas kesepakatan pembicaraan Yayasan Warisan dan Budaya Banda, dalam hal ini Bapak Des Alwi selaku Ketua Yayasan, bersama Dirjen Pendidikan Tinggi, Bapak Prof.Dr. Fasli Djalal, bahwa dalam waktu dekat, kampus Hatta-Sjahrir ini akan ditambah 1 perguruan Tinggi, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER), yg saat ini telah masuk tahap usulan proposal..."
Adapun laporan bantuan rutin Pemerintah Daerah yang diterima Kampus Hatta-Sjahrir sejak tahun 2005-2006, telah dimanfaatkan secara baik untuk berbagai penelitian maupun pengembangan SDM. Dalam kurun waktu 8 tahun, kampus Hatta-Sjahrir telah menghasilkan 11 orang Master di berbagai bidang (perikanan, kelautan dan Ilmu sosial). Dan pada tahun ini juga (2009), akan mengirim 2 orang untuk studi S-3 (satu orang dlm negeri, dan satu orang untuk luar negeri).
Meskipun dengan keterbatasan dana dan fasilitas yang ada, kampus Hatta-Sjahrir telah mampu membuktikan kualitasnya yang sejajar dengan kampus-kampus di kota-kota besar lainnya.
"Dengan demikian, upaya pengembangan kampus menuju UNIVERSITAS sesungguhnya tinggal menunggu waktu saja. Dengan kesiapan infrastruktur yang kita miliki, maka tujuan itu insyaAllah akan kita capai. Untuk itulah kami harus berusaha maksimal." Demikian ungkap Prof. Hamadi.
Sementara itu, dalam sambutan kedua yang disampaikan Des Alwi selaku Ketua Yayasan, beliau tidak lupa berterimakasih kepada dua manusia yang paling berjasa dalam hidupnya, yaitu Bung Hatta dan Sjahrir. "Karena keduanya lah Sekolah ini kita bangun." Sebab menurut Oom Des (demikian sapaan akrabnya), Bung Hatta pernah ditanya oleh masyarakat Banda; "Apakah kita harus buat patunguntuk memperingati jasa2 pak Hatta selama di Banda?" Bung Hatta menjawab: "..jangan buat patung untuk saya, buatlah pendidikan (Sekolah, Red) saja, tapi kalau susah bangun saja masjid". Ternyata, keduanya mampu dibangun olehmasyarakat Banda; sebuah Masjid, dan bangunan kampus di sampingnya.Oom Des juga menyinggung alasan akan dibukanya sekolah tinggi pertanianantara lain untuk melestarikan tumbuhan-tumbuhan langka yang menjadi ciri khaskepulauan Maluku. "Pohon-pohon tua yang menjadi khas maluku sudah hilang, termasuk pohon "kutikata", gurpati, gayang (eropa: castana), mangga hutan, kayu besi." Oleh karena itu, urgensi keberadaan STIPER bukan saja untuk orangBanda tapi juga untuk masyarakat maluku secara keseluruhan.
Dalam kesempatan itu, Oom Des sempat menyampaikan "keluhan" orang Banda, yang meratapi arah pembangunan daerah yang kurang peduli terhadap Banda. "Pembangunan daerah seharusnya jangan terlalu fokus pada wilayah pripinsi, sebab dengan begitu Banda Naira akan terlupakan." Demikian sindiran Oom Des, yang lugas dan jujur.
Karena itu, diharapkan kepada Bapak-Bapak yang telah beberapa kali berkunjungke Banda Naira untuk turut memperhatikan Banda kedepan. "Jangan bosan-bosan ke banda, pintu selalu terbuka, dan yg pasti hotel akan beri korting 50%." Demikian ucap Oom Des setengah bercanda.


