Selamat datang di Blog komunitas pendidikan di Banda Naira.................mari bergabung bersama kami.....................untuk kemajuan masa depan Banda Naira ..................................................welcome to community blog for education in Banda Naira....come n enjoy with us...for our bright future

Senin, 01 Juni 2009

DARI SEKOLAH MENUJU UNIVERSITAS (banda update bag.1)

Report by: Mr @yid

Kampus Hatta-Sjahrir kembali kedatangan tamu terhormat. Pada pertengahan Mei 2009 lalu, Gubernur Maluku, Bapak Karel A. Ralahallu bersama Ketua DPRD Maluku, Bapak Richard Louhanapessi, Bapak Ir. Arnolis (Angg Komisi C), Ketua Danlantamal, beserta rombongan menjadi tamu kehormatan Kampus Hatta-Sjahrir, Banda Naira. Berikut laporan Kontributor Banda Education.

Kunjungan yang bersifat informal ini sungguh tidak diduga pihak Kampus Hatta-Sjahrir. Demikian menurut Pembantu Ketua 1, Ir. Safruddin Abukena, M.Si. Namun dengan segala keterbatasanya, acara ini tetap berlangsung khidmat.
Di awal sambutannya, Ketua STP dan STKIP Hatta-Sjahrir, Bapak Prof.Dr. Hamadi B. Husain menyampaikan rasa hormatnya yang mendalam atas kehadiran para tamu terhormat. "Adalah suatu kehormatan yang besar bagi kampus, atas kunjungan Bapak Gubernur bersama Bapak Ketua DPRD Maluku di Kampus kami," demikian penuturannya pada awal sambutan.

Dalam sambutan itu pula, Prof. Hamadi memaparkan laporan singkat mengenai perkembangan Kampus sejak berdiri hingga saat ini. Sekolah Tinggi Perikanan (STP) yang berdiri sejak 2001, dengan 2 ProgramStudi nya, yakni Prodi. Manajemen Sumberdaya Perairan dan Budidaya Perairan, kini telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). "Semoga hal ini akan menambah bobot kualitas perguruan tinggi yangkita cintai ini." demikian harapan Prof. Hamadi.

STP Hatta-Sjahrir sendiri telah menyelenggarakan wisuda sarjana sebanyak 2 kali, dan telah menghasilkan lulusan sebanyak hampir 100 orang sarjana, yang umumnya telah terserap di dunia kerja, seperti; guru, instansi pemerintah, dan suwasta."InsyaAllah pada oktober nanti akan diselenggarakan wisuda yang ketiga." Demikian Prof. Hamadi, yang asli dari Pulau Rhun itu.

Upaya pengembangan kampus Hatta-Sjahrir terus dilakukan demi mencapai tujuan utama yaitu merubah status sekolah tinggi Hatta-Sjahrir menjadi UNIVERSITAS HATTA-SJAHRIR. Untuk itu upaya mencapai tujuan tersebut meliputi hal-hal bersifat fisik maupun non-fisik. Hal-hal bersifat non-fisik berupa penambahan jumlah Sekolah Tinggi baru mutlak diperlukan, mengingat prasyarat utama pendirian sebuah universitas harus memiliki sekurang-kurangnya3 Fakultas (2 Eksakta, dan 1 Sosial).

Oleh karena itu, menurut laporan Ketua STP & STKIP, pada 6 Maret 2009 lalu, Menteri Pendidikan Nasional telah menandatangani surat izin pendirian Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hatta-Sjahrir, dengan 3 program studinya, yaitu Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI), Pendidikan Matematika (PM), dan Pendidikan Sejarah (PS).
Prof. Hamadi juga menyampaikan bahwa, "...atas kesepakatan pembicaraan Yayasan Warisan dan Budaya Banda, dalam hal ini Bapak Des Alwi selaku Ketua Yayasan, bersama Dirjen Pendidikan Tinggi, Bapak Prof.Dr. Fasli Djalal, bahwa dalam waktu dekat, kampus Hatta-Sjahrir ini akan ditambah 1 perguruan Tinggi, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER), yg saat ini telah masuk tahap usulan proposal..."

Adapun laporan bantuan rutin Pemerintah Daerah yang diterima Kampus Hatta-Sjahrir sejak tahun 2005-2006, telah dimanfaatkan secara baik untuk berbagai penelitian maupun pengembangan SDM. Dalam kurun waktu 8 tahun, kampus Hatta-Sjahrir telah menghasilkan 11 orang Master di berbagai bidang (perikanan, kelautan dan Ilmu sosial). Dan pada tahun ini juga (2009), akan mengirim 2 orang untuk studi S-3 (satu orang dlm negeri, dan satu orang untuk luar negeri).

Meskipun dengan keterbatasan dana dan fasilitas yang ada, kampus Hatta-Sjahrir telah mampu membuktikan kualitasnya yang sejajar dengan kampus-kampus di kota-kota besar lainnya.
"Dengan demikian, upaya pengembangan kampus menuju UNIVERSITAS sesungguhnya tinggal menunggu waktu saja. Dengan kesiapan infrastruktur yang kita miliki, maka tujuan itu insyaAllah akan kita capai. Untuk itulah kami harus berusaha maksimal." Demikian ungkap Prof. Hamadi.

Sementara itu, dalam sambutan kedua yang disampaikan Des Alwi selaku Ketua Yayasan, beliau tidak lupa berterimakasih kepada dua manusia yang paling berjasa dalam hidupnya, yaitu Bung Hatta dan Sjahrir. "Karena keduanya lah Sekolah ini kita bangun." Sebab menurut Oom Des (demikian sapaan akrabnya), Bung Hatta pernah ditanya oleh masyarakat Banda; "Apakah kita harus buat patunguntuk memperingati jasa2 pak Hatta selama di Banda?" Bung Hatta menjawab: "..jangan buat patung untuk saya, buatlah pendidikan (Sekolah, Red) saja, tapi kalau susah bangun saja masjid". Ternyata, keduanya mampu dibangun olehmasyarakat Banda; sebuah Masjid, dan bangunan kampus di sampingnya.
Oom Des juga menyinggung alasan akan dibukanya sekolah tinggi pertanianantara lain untuk melestarikan tumbuhan-tumbuhan langka yang menjadi ciri khaskepulauan Maluku. "Pohon-pohon tua yang menjadi khas maluku sudah hilang, termasuk pohon "kutikata", gurpati, gayang (eropa: castana), mangga hutan, kayu besi." Oleh karena itu, urgensi keberadaan STIPER bukan saja untuk orangBanda tapi juga untuk masyarakat maluku secara keseluruhan.
Dalam kesempatan itu, Oom Des sempat menyampaikan "keluhan" orang Banda, yang meratapi arah pembangunan daerah yang kurang peduli terhadap Banda. "Pembangunan daerah seharusnya jangan terlalu fokus pada wilayah pripinsi, sebab dengan begitu Banda Naira akan terlupakan." Demikian sindiran Oom Des, yang lugas dan jujur.
Karena itu, diharapkan kepada Bapak-Bapak yang telah beberapa kali berkunjungke Banda Naira untuk turut memperhatikan Banda kedepan. "Jangan bosan-bosan ke banda, pintu selalu terbuka, dan yg pasti hotel akan beri korting 50%." Demikian ucap Oom Des setengah bercanda.

MEMBANGUN SEGITIGA EMAS: AMBON-BANDA-LUCIPARA (Banda Update Bag.2)

Report By: Mr.@yid

Dalam sambutannya pada kunjungan informal di Kampus Hatta-Sjahrir pertengahan Mei lalu, Gubernur Maluku, Karel A. Ralahallu menuturkan;"Pembangunan Maluku sesungguhnya tidak pernah melupakan Banda Naira. Terlebih lagi pada saat ini, saya bersama wakil Gubernur (Bapak Ir. Said Assegaff) yang berasal dari Banda Naira, tidak mungkin melupakan Banda." demikian ungkap Gubernur seakan menjawab sindiran Des Alwi di awal acara.

Ia melanjutkan, Bersama DPRD, kita (Gubernur dan Wakil, red) menetapkan 4 visi Maluku kedepan:1. Membangun Maluku yg rukun2. Membangun Maluku yg religius3. Membangun Maluku yg berkualitas4. Membangun Maluku yg sejahtera. Dari keempat visi itu dijabarkan kedalam 9 misi, dengan 3 prioritas, yg salah satunya adalah membangun kualitas masyarakat maluku untuk masa depan.

Mulai pada tahun 2009 ini, Pemda akan memberlakukan wajib belajar 12 thn.Dengan demikian seluruh anak-anak maluku nanti, tidak akan terlantar atau putus sekolah lagi akibat kurang mampu. Dengan program ini, seluruh anak2 maluku dapat terdidik secara baik dan berkelanjutan. Hal ini memberikan input yang sangat berarti bagi eksistensi Sekolah Tinggi Hatta-Sjahrir kedepan.

Disamping itu, perguruan tinggi Hatta-Sjahrir harus mampu bekerja maksimal dalammengelola kekayaan alam banda ini. Memberikan pengertian secara kontinyu kepada peserta didik tentang potensi alam yang luar biasa ini. Hal itu dilakukan agar sumberdaya alam kita tidak terus menerus diklaim orang lain.

Bapak Gubernur sempat bercerita, "beberapa waktu lalu saya ke jepang untuk mengunjungi pasar ikan disana. Betapa kagetnya saya melihat seekor ikan tuna yg beratnya hampir 250 kg yang tengah dilelang secara terbuka. Setelah saya tanya, ternyata ikan itu berasal dari Banda Naira. Ironisnya, ikan itu diklaim milik Jepang bukan dari asal sebenarnya. Ini suatu kekayaan Banda yg sangat besar, kita harus memanfaatkannya, jangan orang lain."

Terkait pengembangan kampus Hatta-Sjahrir kedepan, Bapak Gubernur menyampaikan, Pemda Maluku dengan segala keterbatasan anggaran, akan membantu semua program-program pendidikan bagi persiapan menuju pembangunan Universitas ini.

"Saya telah bertemu pendidikan nasional untuk membahas program peningkatan kualitas dosen-dosen dimasa depan. Dan kami telah menyepakati untuk membuat program-program bantuan bagi para dosen yg ingin melanjutkan ke jenjang s-2 dan s-3 kedepan."

Oleh sebab itu, lanjut Gubernur, bagi para dosen yang akan melanjutkan S-2 dan S-3 harus dapat memanfaatkan hal ini dengan baik, begitu juga para mahasiswa yang mendapatkan predikat terbaik, "Silahkan... Pemda dgn dukungan kita akan mempersiapkan anggaran ini bagi seluruh proses-proses pembangunan Universitas Hatta-Sjahrir kedepan..." "...Saya berharap pihak sivitas akademika Hatta-Sjahrir dapat terus berkoordinasi dengan Pemda untuk bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya...."

Dalam rangka membangun Banda kedepan, sebagaimana yang telah disinggung Gubernur di awal sambutannya, bahwa Maluku tidak akan melupakan Banda dalam pembangunannya.
"...Bersama DPRD dan seluruh jajaran Pemerintah Daerah, kita tengah berupaya mewujudkan konsep "segita emas" yang meliputi; Ambon, Banda, dan Lucipara..."

Banda bukan saja akan "dihidupkan" kembali seperti sebelum kerusuhan yang lalu, melainkan menjadi titik sentral dari pembangunan ketiga wilayah itu."Untuk itu, saya menghimbau kepada pengelola-pengelola hotel dan homestay untuk segera dibenahi kembali. Kita hendak membangun banda kembali sebagai salah satutujuan wisata Maluku, yang tentunya tidak hanya memberikan devisa bagi daerah, melainkan juga bagi negara kedepan."

Pada sambutan yang terakhir, Ketua STP & STKIP mempersilahkan Ketua DPRD, Bapak Richard Louhanapessi yang langsung memberikan respon positif di awal sambutannya sbb;
"Ibu-Bapak sekalian sivitas akademika. Jarang memang kunjungan seperti ini dihadiri seorang Gubernur dan Ketua DPRD. Tapi kalau mereka berdua hadir, lalu ada pernyataan-pernyataan dari gubernur untuk memberikan perhatian kedepan, maka selaku pengambil kebijakan anggaran di tingkat propinsi, saya memiliki tanggungjawab moral secara politis untuk memberikan apresiasi terhadap pernyataan bapak Gubernur tersebut."

Seakan merasa kurang, Ketua DPRD menegaskan kembali;
"..Jika Bapak Gubernur telah menyampaikan kebijakan2 prinsip, lalu kemudian direstui oleh Dewan, maka segala kebijakan yg bersifat publik sudah pasti akan dilaksanakan..."

seraya disambut tepuk-tangan meriah dari para sivitas akademika Hatta-Sjahrir, yang memadati ruang Aula Kampus saat itu.

Hadir pula pada acara tersebut, Bapak Ir. Arnolis, selaku anggota komisi C DPRD Maluku yang bertanggungjawab merancang anggaran-anggaran untuk kebijakan-kebijakan di daerah Maluku.

Menurut Richard, untuk mempercepat pembangunan daerah Banda, maka infrastruktur daerah perlu dilakukan pembenahan, khususnya sarana transportasi seperti lapangan terbang dan lain-lain. "...Kami telah meninjau Lapangan Terbang Banda, dalam rangka mempercepat pembangunan daerah. Karenanya, infrastruktur daerah khususnya Lapangan Terbang harus diperlebar untuk mempermudah seluruh jalur penerbangan sebagai persayaratanminimal, sesuai perundangan yg berlaku." Demikian pernyataan Ketua DPRD Maluku, diakhir acara.